Retargeting Google Ads & Audience Whatsapp dengan GASS: Targetkan User yang Sudah Klik CTA tapi Belum Beli

Retargeting Google Ads & Audience Whatsapp dengan GASS: Targetkan User yang Sudah Klik CTA tapi Belum Beli
retargeting whatsapp audience

Cara Retargeting Iklan Google Menggunakan Data GASS

Dalam menjalankan iklan digital, salah satu masalah yang sering terjadi adalah banyak user sudah menunjukkan minat, tetapi belum melakukan pembelian.

Ada yang sudah klik tombol WhatsApp, tetapi belum benar-benar mengirim pesan.

Ada yang sudah chat, tetapi belum lanjut menjadi pembeli.

Ada juga yang sudah masuk sebagai prospek, tetapi belum closing.

Di sinilah retargeting menjadi penting.

Dengan bantuan GASS, Anda bisa menangkap data dari setiap tahapan perjalanan user setelah mereka berinteraksi dengan iklan atau website Anda. Data ini kemudian bisa digunakan untuk membuat audience retargeting di Google Ads.

Apa Itu GASS?

GASS adalah tool yang membantu mencapture aktivitas user setelah mereka klik tombol CTA.

Contoh data yang bisa ditangkap oleh GASS antara lain:

  • Chat masuk
  • Qualified leads
  • Prospek
  • Sales atau purchase

Dengan data tersebut, Anda tidak hanya melihat jumlah klik dari iklan. Anda juga bisa melihat kualitas dari klik tersebut.

Misalnya:

  • Berapa orang yang klik tombol WhatsApp?
  • Berapa orang yang benar-benar mengirim chat?
  • Berapa orang yang menjadi qualified lead?
  • Berapa orang yang akhirnya membeli?

Data seperti ini sangat penting karena tidak semua klik memiliki nilai yang sama.

Kenapa Retargeting Dibutuhkan?

Tidak semua calon customer langsung membeli pada interaksi pertama.

Sebagian user mungkin masih membandingkan harga.

Sebagian masih bertanya-tanya.

Sebagian sudah tertarik, tetapi belum sempat mengirim pesan.

Sebagian sudah chat, tetapi belum mengambil keputusan.

Dengan retargeting, Anda bisa menampilkan iklan lanjutan kepada orang-orang yang sudah menunjukkan minat sebelumnya.

Artinya, iklan Anda tidak hanya menargetkan cold audience, tetapi juga orang-orang yang sudah pernah berinteraksi dengan bisnis Anda.

Contoh Audience Retargeting dari Data GASS

Dengan data dari GASS, Anda bisa membuat beberapa segment audience seperti:

1. User yang Sudah Klik CTA tetapi Belum Kirim Pesan WhatsApp

Ini adalah user yang sudah punya niat awal.

Mereka sudah klik tombol, tetapi belum menyelesaikan aksi berikutnya.

Kemungkinan penyebabnya:

  • Mereka batal mengirim pesan
  • Mereka terdistraksi
  • Mereka belum yakin
  • Mereka hanya ingin melihat format chat
  • Mereka masih membandingkan dengan kompetitor

Audience ini cocok untuk iklan retargeting dengan pesan seperti:

“Masih tertarik? Konsultasi sekarang sebelum slot penuh.”

atau

“Dapatkan penawaran khusus untuk Anda yang sudah mengunjungi halaman kami.”

2. User yang Sudah Chat tetapi Belum Beli

Audience ini lebih hangat.

Mereka bukan hanya klik. Mereka sudah memulai percakapan.

Namun, mereka belum melakukan purchase.

Kemungkinan penyebabnya:

  • Belum cocok harga
  • Belum yakin dengan benefit
  • Butuh follow-up
  • Masih menunggu waktu yang tepat
  • Masih diskusi dengan pihak lain

Audience ini cocok untuk iklan retargeting dengan pesan seperti:

“Masih mempertimbangkan? Lihat kenapa customer lain memilih kami.”

atau

“Penawaran terbatas untuk Anda yang sudah berkonsultasi.”

Cara Retargeting Google Ads Menggunakan Data GASS

Berikut langkah-langkah dasar untuk menggunakan data GASS sebagai bahan retargeting di Google Ads.


Step 1 — Pastikan Data Sudah Terkumpul

Langkah pertama adalah memastikan bahwa data event dari GASS sudah masuk ke Google Ads.

Data ini bisa berupa:

  • Klik tombol CTA
  • Chat masuk
  • Qualified leads
  • Prospek
  • Purchase

Untuk mengeceknya, buka dashboard Google Ads, lalu masuk ke:

Goals → Summary

Di halaman ini, Anda bisa melihat apakah conversion action sudah mulai menerima data.

Gambar yang perlu ditambahkan

Tambahkan screenshot halaman:

Google Ads Dashboard → Goals → Summary

Beri highlight pada bagian conversion action yang berasal dari GASS.

Caption gambar

“Pastikan conversion dari GASS sudah muncul di menu Goals → Summary sebelum membuat audience retargeting.”

Yang perlu dicek

Pastikan beberapa hal berikut:

  • Conversion action sudah aktif
  • Data conversion sudah masuk
  • Nama conversion mudah dibaca
  • Event penting sudah dipisahkan dengan jelas
  • Purchase atau sales tidak tercampur dengan event klik biasa

Contoh penamaan conversion yang rapi:

  • GASS - CTA Click
  • GASS - WhatsApp Chat
  • GASS - Qualified Lead
  • GASS - Prospect
  • GASS - Purchase

Penamaan seperti ini akan memudahkan Anda saat membuat audience di tahap berikutnya.


Step 2 — Validasi Jumlah Data Audience

Setelah conversion masuk, langkah berikutnya adalah memvalidasi apakah data tersebut sudah cukup untuk digunakan sebagai audience retargeting.

Google Ads membutuhkan jumlah audience yang cukup agar campaign bisa berjalan dengan baik. Minimum audience dapat berbeda tergantung jenis campaign dan network yang digunakan, jadi sebaiknya selalu cek status eligibility langsung dari Audience Manager.

Untuk mengeceknya, buka:

Tools → Audience Manager

Di menu ini, Anda bisa melihat daftar audience atau data segment yang tersedia.

Gambar yang perlu ditambahkan

Tambahkan screenshot halaman:

Google Ads Dashboard → Tools → Audience Manager

Beri highlight pada kolom size atau status audience.

Caption gambar

“Cek ukuran audience di Audience Manager untuk memastikan data sudah cukup digunakan dalam campaign retargeting.”

Yang perlu divalidasi

Cek beberapa hal berikut:

  • Apakah audience sudah terisi?
  • Apakah jumlah audience sudah cukup?
  • Apakah status audience eligible?
  • Di network mana audience bisa digunakan?
  • Apakah audience masih terlalu kecil?

Jika audience masih terlalu kecil, campaign retargeting mungkin belum bisa berjalan optimal.

Solusinya adalah menunggu data terkumpul lebih banyak atau menggunakan audience yang lebih luas.

Contoh:

Daripada langsung membuat audience “Purchase”, Anda bisa mulai dari audience yang lebih besar seperti:

  • Semua user yang klik CTA
  • Semua user yang masuk ke halaman produk
  • Semua user yang pernah chat
  • Semua leads yang belum purchase

Step 3 — Pilih Audience yang Ingin Digunakan

Setelah data tersedia di Audience Manager, Anda bisa memilih audience mana yang akan digunakan untuk retargeting.

Misalnya:

  • User yang klik CTA tetapi belum chat
  • User yang sudah chat tetapi belum purchase
  • Qualified leads yang belum closing
  • Prospek yang belum menjadi customer

Masuk ke:

Tools → Audience Manager

Lalu pilih audience yang ingin digunakan.

Setelah itu klik:

Add to

Kemudian pilih apakah audience ingin ditambahkan ke:

  • Campaign
  • Ad group

Gambar yang perlu ditambahkan

Tambahkan screenshot di menu Audience Manager saat memilih audience, lalu highlight tombol:

Add to

Caption gambar

“Gunakan tombol Add to untuk menambahkan audience ke campaign atau ad group yang ingin ditargetkan.”


Step 4 — Tentukan Strategi Campaign Retargeting

Setelah audience dipilih, Anda perlu menentukan strategi campaign.

Jangan gunakan pesan yang sama untuk semua audience.

Audience yang baru klik CTA membutuhkan pendekatan berbeda dengan audience yang sudah chat.

Audience: Klik CTA tetapi Belum Chat

Tujuan campaign:

Mendorong user untuk kembali menghubungi bisnis Anda.

Contoh angle iklan:

  • Reminder
  • Benefit utama
  • Penawaran terbatas
  • Konsultasi gratis
  • Garansi atau social proof

Contoh copy:

“Sudah tertarik tapi belum sempat chat? Tim kami siap membantu Anda sekarang.”

Audience: Sudah Chat tetapi Belum Beli

Tujuan campaign:

Mendorong user untuk mengambil keputusan.

Contoh angle iklan:

  • Testimoni customer
  • Studi kasus
  • Bonus
  • Promo terbatas
  • Perbandingan benefit
  • Reminder urgency

Contoh copy:

“Masih mempertimbangkan? Lihat bagaimana customer kami mendapatkan hasil setelah menggunakan layanan ini.”

Audience: Qualified Leads tetapi Belum Purchase

Tujuan campaign:

Meyakinkan prospek yang sudah lebih serius.

Contoh angle iklan:

  • Demo produk
  • Konsultasi lanjutan
  • Penawaran khusus
  • Bukti hasil
  • FAQ keberatan customer

Contoh copy:

“Masih ada pertanyaan sebelum mulai? Jadwalkan konsultasi lanjutan dengan tim kami.”


Step 5 — Pisahkan Audience Berdasarkan Funnel

Agar retargeting lebih efektif, pisahkan audience berdasarkan posisi mereka di funnel.

Contoh struktur funnel:

  1. CTA Click
  2. WhatsApp Chat
  3. Qualified Lead
  4. Prospect
  5. Purchase

Semakin bawah posisi user di funnel, semakin spesifik pesan iklan yang perlu digunakan.

Jangan menampilkan iklan “hubungi kami” kepada orang yang sudah menjadi customer.

Sebaliknya, jangan langsung menampilkan iklan hard selling kepada orang yang baru klik CTA.

Gunakan pesan yang sesuai dengan tahap mereka.


Step 6 — Gunakan Exclusion Audience

Selain menentukan siapa yang ingin ditargetkan, Anda juga perlu menentukan siapa yang tidak ingin ditargetkan.

Contoh:

Jika Anda membuat campaign untuk user yang sudah chat tetapi belum beli, maka exclude audience yang sudah purchase.

Tujuannya agar iklan tidak membuang budget kepada user yang sudah melakukan pembelian.

Contoh exclusion:

  • Campaign retargeting CTA Click → exclude Purchase
  • Campaign retargeting Chat → exclude Purchase
  • Campaign retargeting Qualified Lead → exclude Purchase
  • Campaign retargeting Prospect → exclude Purchase

Dengan exclusion, campaign menjadi lebih bersih dan budget lebih efisien.


Step 7 — Monitor Performance

Setelah audience digunakan di campaign, jangan langsung menilai hasil dalam satu hari.

Pantau performa secara berkala.

Beberapa metrik yang perlu diperhatikan:

  • Impression
  • Click-through rate
  • Cost per click
  • Conversion
  • Cost per conversion
  • Purchase
  • Revenue
  • ROAS

Namun untuk bisnis berbasis WhatsApp, jangan hanya melihat klik.

Lihat juga kualitas leads setelah klik.

Misalnya:

  • Apakah user benar-benar chat?
  • Apakah chat berkualitas?
  • Apakah masuk sebagai qualified lead?
  • Apakah lanjut menjadi prospek?
  • Apakah akhirnya purchase?

Di sinilah data GASS menjadi penting karena membantu membaca perjalanan user setelah klik.

Kesalahan yang Sering Terjadi

1. Membuat Retargeting Sebelum Data Cukup

Jika data masih terlalu kecil, campaign retargeting mungkin tidak berjalan optimal.

Pastikan audience sudah cukup dan statusnya eligible di Audience Manager.

2. Semua Audience Diberi Iklan yang Sama

User yang baru klik CTA berbeda dengan user yang sudah chat.

Gunakan pesan yang berbeda untuk setiap tahap funnel.

3. Tidak Menggunakan Exclusion

Jika tidak menggunakan exclusion, user yang sudah purchase bisa tetap melihat iklan retargeting.

Ini bisa membuat budget tidak efisien.

4. Event Tidak Dipisahkan dengan Jelas

Jangan mencampur semua event menjadi satu.

Pisahkan event seperti CTA Click, Chat, Qualified Lead, Prospect, dan Purchase.

Dengan begitu, audience yang dibuat akan lebih akurat.

5. Hanya Melihat Jumlah Klik

Klik bukan akhir dari perjalanan customer.

Untuk bisnis berbasis WhatsApp atau lead generation, yang lebih penting adalah kualitas setelah klik.

Apakah user chat?

Apakah chat berkualitas?

Apakah menjadi prospek?

Apakah membeli?

Kesimpulan

Retargeting dengan Google Ads akan lebih efektif jika menggunakan data yang lebih dalam, bukan hanya data klik.

Dengan GASS, Anda bisa menangkap aktivitas penting setelah user klik tombol CTA, seperti chat masuk, qualified leads, prospek, hingga purchase.

Data ini bisa digunakan untuk membuat audience retargeting yang lebih relevan.

Contoh strategi yang bisa digunakan:

  • Retarget user yang sudah klik CTA tetapi belum chat
  • Retarget user yang sudah chat tetapi belum beli
  • Retarget qualified leads yang belum purchase
  • Exclude user yang sudah purchase agar budget lebih efisien

Dengan pendekatan ini, iklan Google tidak hanya mengejar traffic, tetapi juga membantu mendorong calon customer bergerak ke tahap berikutnya dalam funnel penjualan.

Langkah Berikutnya

Jika data GASS Anda sudah masuk ke Google Ads, langkah berikutnya adalah membuka Audience Manager dan mulai mengecek audience mana yang sudah siap digunakan untuk retargeting.

Mulailah dari audience yang paling besar terlebih dahulu, lalu secara bertahap buat segment yang lebih spesifik berdasarkan kualitas data yang terkumpul.